06 Desember 2008

Keahlian Dasar yang harus dikuasai SALESMAN

Keahlian Dasar
"Satu-satunya divisi yang menghasilkan Uang, dalam arti kata sebenarnya, adalah divisi sales. Divisi yang lain bisa menghemat biaya, tetapi tetap tidak bisa menciptakan aliran dana masuk. Fokus pada divisi SALES, dapat memberikan pemasukan yang berkesinambungan bagi perusahaan Anda." [Johny Rusly]

Tiga keahlian dasar yang harus dikuasai seorang salesman yang baik adalah;


-Pengetahuan Produk
-Komunikasi
-Integritas

1. Pengetahuan Produk
Pengetahuan produk yang mendalam, memberikan rasa percaya diri kepada salesman untuk berhadapan langsung dengan pelanggan.

Salesman yang tidak menguasai produk, termasuk salesman senior, cenderung tidak menawarkan produk yang tidak dikuasainya. Kekuatiran tidak bisa menjawab pertanyaan pelanggan membuat mereka menunda atau asal sekedar menawarkan produk tersebut. Kasus ini banyak terjadi pada pengembangan produk baru.

Pengetahuan produk tidak sekadar mencakup pemahaman keunggulan dari sisi kita. Salesman yang baik harus bisa menguasai seluk beluk produk kompetitor, agar dapat menangani keberatan pelanggan dengan baik.

2. Komunikasi
Salesmanship adalah komunikasi. Kita membutuhkan komunikasi, baik dalam hal menyampaikan keunggulan produk kita maupun dalam mencari solusi bagi pelanggan.

Komunikasi hanya dapat dicapai dengan dua cara:
a. Berbicara
b. Menulis

Namun inti dari segala komunikasi sebenarnya bukan disitu. Intisarinya adalah MENGERTI apa yang diinginkan pelanggan. Jadi, belajarlah untuk;
c. Mendengar
d. Menangkap poin

Menguasai cara-cara berkomunikasi yang baik dapat meledakan penjualan kita! Belajarlah Sekarang juga!

3. Integritas
Walk the talk; lakukanlah semua yang telah Anda janjikan! Tidak ada yang lebih mematikan kredibilitas seorang salesman daripada selalu mengingkari janji.

Pelanggan membeli ke kita bukan karena harga kita murah atau produk kita yang terbaik, tetapi lebih karena percaya pada kita.
# Percaya, bahwa kualitas barang yang dikirim akan sesuai dengan contoh.
# Percaya, bahwa kita mengirim barang tepat waktu dan tidak janji-janji melulu
# Dan Percaya, jika ada masalah, Anda dapat ditemui dan tidak sembunyi.

Syukurlah, sifat Integritas dapat dipelajari. Kuasailah sifat tersebut!

Action Plan:
1. Kuasailah segera keahlian / sifat-sifat tersebut.
2. Bergabunglah dengan komunitas-komunitas super yang relevan

Sumbar: 1000 Hari Menuju Sukses
»»  Silakan baca kelanjutannya

Salesman Sejati

Taufik melamar pekerjaan sebagai pegawai bagian penjualan di sebuah Toko Serba Ada (salah satu anak perusahaan dari sebuah perusahaan konglomerat)di Super Mall yang sangat besar.

Ketika tes wawancara, Bp. Agus, kepala bagian penjualan,sedang banyak pekerjaan sehingga tidak ingin berlama-lama wawancara. "Kamu masuk saja besok dan kita lihat ketrampilanmu dalam menjual barang", kata Pak Agus.

Keesokan harinya waktu berlalu sangat lambat bagi Taufik. Ketika jam kerjanya berakhir, dengan semangat dia pergi menemui bosnya di ruangan kantornya.

"Bagaimana?. Kamu berhasil menjual barang kepada berapa orang", tanya Pak Agus.

"Satu", jawab Taufik.

"Satu...???. Semua pegawai di sini biasa menjual kepada 10-20 orang. Berapa nilai transaksinya?"

"Dua setengah milyar rupiah secara total group perusahaan", jawab Taufik.

"Hah, bagaimana mungkin?" tanya Pak Agus.

"Seorang lelaki setengah baya masuk, kemudian saya menawarinya mata kail.
Dia membeli ketiga macam ukuran ; kecil, medium dan besar, karena itu dia membutuhkan tiga kail juga. Ketika saya tanya mau ke mana mancingnya, dia bilang di laut, berarti dia butuh perahu boat. Kebetulan di Super Mall kita sedang mengadakan PAMERAN TRANSPORTASI, maka saya bawa dia ke bagian penjualan perahu dari Marine Division grup kita dan dia memilih boat besar dengan dua mesin. Dia berkata bahwa mobilnya tak akan mampu membawa boat tersebut ke pantai. Jadi saya bawa dia ke bagian penjualan dari Automotive Division dan dia membeli Deluxe Cruiser model terbaru".

"Gila!. Kamu menjual semua itu kepada orang yang mulanya hanya ingin membeli mata kail?"

"Nggak juga sih, Bos. Pada awalnya dia mau beli pembalut wanita buat istrinya.... Lalu saya bilang, 'Malam Minggu Anda pasti menyebalkan, kenapa enggak pergi memancing saja?'..."
»»  Silakan baca kelanjutannya

05 November 2008

IF YOU'RE NOT A NATURAL BORN SALESMAN

Inget, nggak? Waktu masih kanak-kanak, kita sering berangan-angan, kalo udah gede mau jadi apa. Jadi insinyur? jadi dokter... Ato jadi presiden He he he...
Tapi, kenyataannya, apa yang kita cita-citakan, seringkali jauh banget melencengnya dengan apa yang terjadi kemudian.

Saat ini, aku kerja sebagai supervisor marketing. Tau marketing kan? Mungkin dalam ilmu ekonomi, marketing dikit beda and... tentu saja ruang lingkupnya lebih luas dari sekedar kegiatan menjual. Tapi buat aku, istilah marketing sih, cuman lebih keren dikit lah dibanding sales. He he he... (just kidding)

Aku masih inget, sewaktu kecil dulu sering banget aku liat para salesman yang keluar masuk di toko kepunyaan babe, minta orderan.
Verkoper, gitu istilah yang dipake babe kalo nyebut salesman.
Beberapa verkoper kayaknya sudah akrab banget ama babe, mereka sering diajak ngobrol sampe malam sambil nonton TV di rumah. Mungkin mereka ini sudah lama berhubungan bisnis ama babe, sehingga gampang dapet order.
Tapi, banyak juga loh salesman-salesman baru yang ditolak babe secara halus waktu mencoba berusaha nawarin barang jualannya. Beberapa langsung ngeloyor pergi, tapi banyak juga yang pantang menyerah.
Karena aku masih culun saat itu, aku cuman bisa mikir, kasian banget... tuh orang. Kenapa sih, babe gak iba ama mereka. kasih orderan dikit kan' gak apa. Hi hi hi...

Nah, sejak itu aku tetapkan hati, salesman adalah profesi yang harus aku hindari kelak bila telah dewasa. Ha ha ha... kebangetan tuh!

Tetapi...
Siapa yang nyangka, justru kerjaan perdana yang aku dapet setelah putus kuliah di tahun 96' justru sebagai salesman di sebuah kantor cabang perusahaan elektronik. Nah lo...

Sebagai seorang yang bukan a natural born salesman, sudah tentu bikin aku jalan terseok-seok. Apalagi tugas pertamaku adalah menjual LCD video projector dan viewcam (video camera spesies baru punya Sharp) langsung ke end user, produk-produk kelas berat yang belum trend waktu itu.
Masih inget jelas neh, pengalaman menyakitkan pas aku coba ngajuin penawaran ke proyek pembangunan Westin Hotel (JW Mariott sekarang). Manajer purchasingnya yang cewek, item dan jelek itu nanggepin aku dengan super ketus gara-gara belum bikin appointment lebih dulu. Bahkan, tega-teganya dia ngelemparin lembar proposalku. Sialan..., padahal ngantrinya luaaaama bok!
Untung, menjelang motivasiku drop sampe dasar, bossku bermurah hati untuk memindah-tugaskan aku ke divisi sales dealer.

Sejak saat itu tugasku adalah nawarin barang ke toko-toko yang telah ditunjuk sebagai dealer. Persis verkoper yang dulu aku liat di toko babe. He he he... ini namanya kebetulan atau kualat neh?

Tugas sebagai salesman dealer lebih mengandalkan kemampuan untuk bersabar dan kepintaran untuk membuat langganan-langganan suka n' sayang ama kita, ketimbang keahlian menjual. Terus terang aja aku sedikit beruntung, merek produk yang aku jual saat itu, itung-itung masih tergolong market leader. So, gak banyak memerlukan manuver-manuver berbahaya. Cocok untuk rookie striker kayak aku ini.

Pokoknya, gak butuh waktu lama deh. Tiba-tiba aja caraku mendandani penampilan banyak berubah ketimbang style-ku yang semula acak-acakan. kayaknya mulutku juga makin lancar berkicau. Aku jadi punya banyak kenalan boss-boss pemilik toko yang hampir tiap hari jadi temen ngobrol, selain tempat nyari orderan. Lama-kelamaan, aku mulai terbiasa untuk mencintai pekerjaan ‘terkutuk’ ini. Lucu ya…

Suatu hari kelak, aku baru menyadari, pengalaman yang satu ini kayak batu pijakan untuk lompatan-lompatan selanjutnya buatku….

“Yang kita butuhkan untuk berhasil bukan sebuah Bakat, melainkan Kesempatan, Kemampuan dan Kemauan untuk memulai”

Publikasi ulang dari www.anthonyharman.com
»»  Silakan baca kelanjutannya

18 Oktober 2008

Melawan Rasa PUTUS ASA

Putus Asa
PUTUS ASA, Jenuh, Bosan, Malas adalah penghambat terbesar karier, nasihat itu memang benar. Cuma, kadang kita tak tahu, kenapa putus asa itu datang. Atau tepatnya, sebab dan situasi apa yang membuat orang berputus asa.

Dalam karier, tentu putus asa datang, hanya sebuah misal, dari ketidakjelasan jenjang karier, atau selalu hilangnya peluang meningkatkan kemampuan. Dan, hal yang wajar memang jika dalan situasi yang demikian, tanpa tersadari, kejenuhan, kemudian menyusul putus asa, datang. Namun, sebelum kita menyalahkan kondisi atau situasi yang memunculkan kehadiran rasa putus ada itu, baiklah kita melongok diri sendiri, sungguhkah kita sudah memaksimalkan potensi diri, mengeluarkan semua energi kreatif sebagai benteng dari serangan racun putus asa itu. Karena, sesungguhnya, jika kita mampu menumbuhkan dan membangun terus energi kreatif itu, pasti putus asa tak datang.

Berikut beberapa kiat berdasar pengalaman pribadi yang ditulis oleh Bp.Firmanullah Hasan

Pertama
peluang tidak pernah berpihak pada orang yang tidak tegas. Artinya, untuk menggapai dan memenangkan peningkatan karier, ketegasan adalah mutlak. Orang yang tegas berarti mampu membangun visi secara cepat, dan melolos misi dengan sukses. Ketegasan membuat semua program datang, dikerjakan dan selesai. Orang yang tegas sekaligus tahu risiko semacam apa yang akan dia hadapi. Dan ketika dia memutuskan, berarti dia siap atas risiko itu. Jadi, dari sini jelas, hanya orang yang tegas saja yang melihat tantangan adalah peluang, bukan bencana.

Kedua
Jangan menunggu kesuksesan datang, tapi cari dan obrak-abriklah tempat persembunyiannya, dan temukan. Kesuksesan adalah sebuah pencaharian, sebuah ikhtiar, bukan sebuah hadiah. Tidak pernah ada kesuksesan yang bertahan lama jika itu hanya karena pemberian atau hadiah. Tapi, jika karena dari ikhtiar dan usaha yang gigih, kesuksesan datang sekaligus susah terbang.

Ketiga
Mencoba dan gagal adalah lebih baik daripada diam. Ini yang acap dilupakan orang-orang. Perasaan takut gagal. Padahal, gagal adalah sebuah mekanisme yang jujur untuk mengetahui potensi tetinggi diri kita. Kegagalan sekaligus menunjukkan bahwa kita telah berusaha, dan mendapatkan sesuatu berupa kesadaran bahwa langkah yang kita tempuh, mungkin salah, atau tidak cocok. Itu saja. Kelihatannya memang buruk. Tapi yang lebih buruk adalah tidak mencoba apa pun, karena kita tak pernah mendapatkan apa pun.

Keempat
Jangan remehkan peluang atau tugas yang kecil. Tugas kecil atau peluang kecil adalah ujian. Jika berhasil melewati ujian itu, akan datang peluang yang lebih besar. Amot bodoh jika kita hanya mau menangani pekerjaan atau peluang yang besar saja karena berharap kesuksesan yang juga besar. Karena kesuksesan adalah ukuran yang jelas tentang keberhasilan menuntaskan sesuatu, seberapa kecilpun pekerjaan itu.

Kelima
Cobalah berusaha mencari suasana baru, dengan liburan misal. Yang biasa aku datangi Pantai-pantai di Jawa Tengah karena itu yang paling dekat. Catatannya adalah : ngga harus mahal tapi yang terpenting adalaha. Usaha pencarian ide-ide baru yang mungkin bisa kita dapatkan dimana pun. Atau mencoba bergabung dengan komunitas baru, dan bertemu dengan orang-orang baru yang mungkin dapat mengugah ide-ide anda.

Terakhir
Kazuo Inamuri dalam A Passion for Success bahwa untuk meningkatkan energi kreatif diri, kita harus mempunyai kerendahan hati dan kejujuran untuk menilai diri sendiri secara objektif dan punya kedisiplinan untuk mempelajari kesalahan dari masa lalu kita. Bagaimana?.
»»  Silakan baca kelanjutannya

26 September 2008

7 Kesalahan SALESMAN yang harus dihindari

Kesalahan
Dalam teknik menjual banyak penjual melakukan kesalahan-kesalahan mendasar, tanpa disadarinya. Padahal kalau sedikit berusaha untuk belajar, kesalahan-kesalahan tersebut tidak mungkin terjadi, sehingga target penjualan dapat tercapai.
Ada 7 kesalahan yang sering dilakukan oleh penjual.

Yang pertama, penjual tidak memahami produknya. Pengetahuan tentang produk sangat kurang sehingga tidak dapat menjelaskan dengan baik kepada pelanggan. Banyak pertanyaan tentang produk oleh pelanggan, bahkan pertanyaan sederhana sekalipun, tidak dapat dijawabnya dengan gamblang. Sehingga pelanggan sering ragu dan tidak yakin dengan produk tersebut.

Yang kedua, penjual tidak siap menemui pelanggan. Persiapan yang dilakukan seperti: brosur, produk demo, testimoni, komputer, alat peraga, alat pendukung misal baterai untuk barang elektronik tidak disiapkan. Sehingga penjual kurang dapat meyakinkan pelanggan.

Ketiga, anda terlalu banyak bicara, kurang mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan. Bila hal demikian terjadi, pelanggan sering menjadi tidak hormat atau perhatian terhadap penjual.

Keempat, penjual tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh pelanggan baik tersurat ataupun tersirat. Kurang peka terhadap kebutuhan sebenarnya yang harusnya penjual penuhi. Misal keinginan untuk mendapat hadiah tambahan atau diskon khusus.

Yang kelima, penjual kurang peduli terhadap pelanggan. Ini adalah sesuatu yang penting. Sayangnya yang sering terjadi penjual hanya peduli dengan dirinya sendiri, misal hanya ingin target penjualan tercapaii. Setelah produk terjual, penjual tidak peduli lagi dengan pelanggan. Apakah dia puas atau bilamana produknya rusak tidak mau membantu.

Yang keenam, penjual tidak jujur dan tulus kepada pelanggan. Ini sesuatu yang serius, terlebih setelah menipu, penjual tidak merasa bersalah. Hasil seperti ini biasanya tidak panjang, karena kemudian pelangan tidak percaya lagi dengan penjual, meski penjual menjadi jujur sekalipun.

Yang terakhir, pelanggan sebenarnya tidak siap membeli produk penjual. Banyak sebab, diantaranya mungkin terlalu mahal, atau malah terlalu murah, mungkin belum waktunya dibutuhkan, mungkin produknya tidak cocok, mungkin ada pilihan lain yang lebih cocok untuk pembeli dan sebagainya.

Jadi ada 7 kesalahan umum dan mendasar yang dilakukan oleh penjual. Bilamana dihindari kemungkinan besar tingkat penjualan menjadi meningkat. Bukan berarti kita pasti sukses mejual bila ingat dan dapat mengatasi hal2 diatas, tapi setidaknya meningkatkan kemungkinan sukses kita dalam menjual. Selamat berbisnis!

Publikasi ulang dari tulisan Bp.Tanadi Santoso
»»  Silakan baca kelanjutannya

24 September 2008

Be A Salesman Idol

Salesman Idol
Pada acara TV yang banyak digelar akhir2 ini untuk mendapatkan seorang idol, para peserta harus melewati beberapa proses yang panjang dan melelahkan. Dengan menunjukkan kemampuan yang luar biasa, penampilan yang memukau, dibutuhkan juga sikap dan perilaku yang dapat mencerminkan seorang idola.

Begitu juga apabila ingin menjadi salesman idol. Dari seleksi awal, penerimaan dan sampai akhirnya menjadi karyawan butuh proses yang panjang dan melelahkan. Apakah proses itu hanya akan disia-siakan begitu saja dengan hanya menjadi salesman biasa? Di bawah adalah beberapa tips yang dapat ditanam di dalam benak agar dapat menjadi Salesman Idol

•- Saya Salesman

Buatlah statement diri dan BANGGALAH menjadi salesman karena anda diberikan kesempatan untuk menjadi ujung tombak dan ikut serta dalam memajukan perusahaan tempat anda bekerja. Siapa bilang menjadi salesman memalukan atau merendahkan harga diri? Joe Girard seorang salesman mobil, pernah berkata "yang membuat sebuah mobil laku/tidak laku dijual bukanlah kualitas, harga atau situasi tertentu, tetapi SIAPA yang menjualnya" dan terbukti dia telah menjual 13.000 mobil dalam karirnya selama 15 tahun.

•- Saya Ada di Sini

Buatlah diri anda terlihat dengan memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang luar biasa dan mencerminkan bahwa anda adalah bagian dari perusahaan anda bekerja. Sebagai contoh: pengetahuan mengenai produk, harga jual, perusahaan, pesaing, distribusi, promosi dll. Keterampilan di bidang komunikasi, negosisasi, adaptasi, problem solving, dll. Sikap yang ramah, jujur, disiplin, sabar dll.

•- Saya teman anda

Milikilah hubungan profesional yang indah dengan sesama rekan kerja, atasan dan juga pelanggan. Jadilah anggota tim yang berprestasi dan solusi bagi pelanggan. Seorang striker tidak akan dapat mencetak gol apabila dia hanya bermain sendiri melawan tim lawan.

•- Saya yang terbaik

Jangan pernah mengatakan tidak sebelum mencoba, butuh pengakuan atas sebuah prestasi dan yakinkan diri anda kalau anda "pasti bisa" jadi yang terbaik

Are You The Next Salesman Idol ?

Publikasi ulang dari tulisan Bp.David Kadisihe
»»  Silakan baca kelanjutannya

23 September 2008

Jika Memang Ingin SUKSES

Meraih SuksesSiapa yang tidak ingin sukses ? Kelihatannya aneh menanyakan hal tersebut. Tetapi hampir sebagian besar orang yang Anda kenal tidak pernah meraih kesuksesan. Mereka hanya memimpikannya dan membicarakannya, tetapi tidak menjalankannya. Itu yang sangat disayangkan. Mengapa ? Karena sebagian besar orang tidak memahami sukses. Sukses bukanlah hasil keberuntungan, bukan juga sesuatu yang Anda peroleh di waktu-waktu keajaiban di dalam hidup anda. Sukses bukanlah tujuan melainkan gaya hidup. Satu-satunya cara untuk meraih sukses sejati adalah dengan melakukannya setiap hari.

Yang perlu Anda ketahui untuk menjadi sukses yaitu Anda adalah apa yang Anda lakukan sehari-hari, mula-mula Anda membentuk kebiasaan kemudian kebiasaan itu membentuk Anda, membentuk kebiasaan sukses adalah semudah membangun kebiasaan gagal. Setiap hari Anda hidup, Anda sedang dalam proses menjadi sesuatu. Menjadi sesuatu yang yang lebih baik atau lebih buruk semuanya bergantung kepada apa yang Anda berikan untuk diri Anda sendiri.

Banyak orang sebelum Anda mencari kesuksesan dan tidak pernah menemukannya. Mereka membayangkannya seperti mencari kitab kuno atau mata air awet muda, sesuatu yang perlu diperoleh pada akhir petualangan yang panjang. Ada yang percaya bahwa sukses adalah seperti hubungan yang perlu dimenangkan. Sementara yang lainnya menganggapnya sebagai jabatan untuk diraih atau benda untuk dimiliki. Tetapi sukses bukanlah itu semua. Sukses bukan tujuan untuk dicapai. Sukses adalah proses perjalanan untuk dilalui. Dan Anda sedang melaluinya setiap hari.

Perlu waktu yang lama bagi kebanyakan orang untuk mengetahui apa maksud Tuhan menciptakan mereka. Jika Anda mau, Anda dapat menjelajahi hal-hal di dalam dunia dan belajar lebih banyak mengenai tujuan hidup Anda setiap hari. Anda dapat terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang menolong pikiran, tubuh, dan batin Anda lebih bertumbuh. Dan Anda dapat menunjukkan dalam tindakan besar atau kecil yang menolong orang lain.

Sukses adalah mengetahui tujuan hidup Anda, menabur benih yang menolong orang lain, dan bertumbuh menuju potensi maksimum Anda. Pintu menuju pembebasan potensi Anda sedang menuju Anda. Kuncinya ada di perjalanan Anda. Temukan segera kunci itu. Jika Anda melakukannya, maka Anda sedang sukses hari ini. Andapun akan sukses esok hari.

Bagaimana mengeja SUKSES ?

S = Seleksi tujuan anda
U = Urutkan prioritas dan potensi Anda
K = Komitmen pada rencana anda
S = Siapkan perjalanan Anda
E = Ekspresikan visi dalam tindakan
S = Serahkan hasilnya pada Tuhan

Berikut ini adalah tujuh langkah sukses yang dapat Anda lakukan untuk mencapai kesuksesan Anda :

1. Buatlah komitmen untuk bertumbuh setiap hari.
Satu dari kekeliruan terbesar yang orang buat adalah memiliki fokus yang salah. Sukses bukan datang dari membeli, meraih, atau memperoleh sesuatu. Sukses datang sebagai hasil dari pertumbuhan. Jika Anda membuat sasaran untuk bertumbuh sedikit setiap hari, maka tak lama kemudian Anda akan mulai melihat hasil positif di dalam kehidupan Anda. Seperti ungkapan penulis puisi Robert Browning, “Untuk apa hidup di dunia kalau bukan untuk bertumbuh ?”

2. Hargai proses lebih dari peristiwa yang terjadi.
Peristiwa dalam suatu kurun waktu tertentu memang baik untuk diambil sebagai sumber pengambilan keputusan, tetapi proses perubahan dan pertumbuhan memiliki nilai yang kekal. Jika Anda ingin naik ke tingkat kehidupan selanjutnya, bertekadlah untuk terus menerus memperbaiki diri Anda.

3. Jangan menunggu inspirasi.
Pemain bola basket yang terkenal, Jerry West berkata, “Anda tidak melakukan banyak hal di hidup Nada, jika Anda hanya bekerja di hari-hari yang Anda rasakan baik“. Orang-orang menjadi besar karena mereka memotivasi diri dan memberikan yang terbaik dari hidup mereka, tanpa menghiraukan apa yang mereka rasakan. Untuk menjadi sukses, berjuanglah.

4. Bersedia mengorbankan kesenangan demi kesempatan.
Satu dari pelajaran-pelajaran terbesar adalah prinsip : bayar sekarang, bersenang-senang kemudian. Dalam hidup ini, Anda harus membayar untuk segala hal. Bedanya hanyalah Anda membayar di muka atau di belakang. Jika Anda membayar sekarang, Anda akan mendapatkan imbalan yang lebih besar di kemudian hari dan imbalan itu juga terasa lebih manis.

5. Memiliki impian besar.
Memang tidak perlu membayar apa-apa untuk memimpikan hal-hal yang kecil. Robert J. Kriegel dan Louis Patler, penulis buku If It Ain’t Broke, Break It, mengungkapkan, “Kita tidak memiliki acuan pasti mengenai sejauh mana keterbatasan manusia itu. Semua tes, stopwatch, dan garis finish tidak dapat mengukur potensi manusia. Ketika seseorang mengejar impiannya, mereka jauh melampaui apa yang kelihatannya menjadi keterbatasan mereka. Potensi yang ada di dalam kita tidak terbatas dan masih banyak yang belum dijelajahi. Saat mana Anda memikirkan keterbatasan, Anda sedang menciptakannya“.

6. Urutkan prioritas.
Satu kesamaan yang dimiliki semua orang sukses adalah mereka menguasai kemampuan mengorganisasi manajemen waktu. Yang pertama dan paling utama, mereka telah mengorganisasi diri mereka. Henry Kaiser, pendiri Kaiser Aluminium dan Kaiser Permanente Health Care, berkata, “Setiap menit yang diinvestasikan ke dalam perencanaan akan menghemat dua menit waktu pelaksanaan“. Anda tidak akan pernah memperoleh kembali waktu yang hilang, jadi optimalkan setiap waktu yang ada.

7. Berkorban untuk memperoleh peningkatan.
Tidak ada sesuatu yang berharga diperoleh tanpa pengorbanan. Hidup dipenuhi dengan kejadian-kejadian kritis ketika Anda akan mendapat kesempatan untuk menukarkan milik Anda yang berharga dengan yang lainnya. Tetap buka mata untuk kejadian-kejadian seperti itu dan selalu pastikan Anda sedang naik bukan turun.

Jika Anda mendedikasikan diri Anda kepada tujuh langkah diatas, Anda akan tetap meningkatkan diri Anda dan Anda akan sukses. Pertumbuhan mungkin tidak sepesat seperti yang lainnya, tetapi Anda akan melihat kemajuan Anda sendiri hampir dalam seketika. Dan meskipun pengakuan dari orang lain berlangsung dengan lambat, jangan putus asa. Tetap lakukan. Pada akhirnya, Anda akan sukses.
»»  Silakan baca kelanjutannya

17 September 2008

Who is THE REAL SALESMAN?
bagian kedua

As Key Account,
Pada beberapa perusahaan, para Customer dan Consumer (target) besar dikelola dengan serius via Key Account Management. Kenapa? Karena semakin dekat dengan target market maka akan semakin besar kemampuan perusahaan untuk memuaskan mereka yang pada akhirnya akan membuat target menjadi lebih loyal dan ujung-ujungnya sales akan meningkat.

Nah bagi Salesman, membangun relationship seperti seorang key account merupakan hal yang sangat penting sekali! Karena jika target sudah membeli dan puas, maka mereka akan berubah menjadi captive market kita, serta menjadi “sertifikasi” bagi kita pada saat mendatangi lingkaran yang dikenal oleh si target. Banyak Salesman yang malah menjadi hitman alias tembak langsung hilang demi menggapai target sales sesaat, padahal yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan sustainable sales result adalah Partnership, hingga kita bisa mengembangkan pasar baru namun dengan tetap menjaga pasar yang sudah ada.

As Public Relation,Hubungan Salesman dengan Targetnya tidak melulu atas dasar sales saja. Kemampuan seorang Salesman yang bisa bertindak sebagai Public Relation dari company nya justru membuat hubungan antara mereka menjadi semakin erat. Nah, Kedekatan dengan target inilah yang bisa membuat para Salesman menjadi pengantar berita yang kredibel bagi perusahaannya. Seperti kalo lagi ada kekurangan stok dipasaran, maka kemampuan Salesman menenangkan para target market lebih powerful dibanding sekedar press release dikoran nasional. Ini bisa terjadi karena jika fungsi Key Account nya berjalan dengan baik hingga membuat mereka menjadi kredibel dimata konsumen untuk menjadi perwakilan perusahaan.

Bagi Salesman, kemampuan menjadi public relation akan menjadi “sertifikasi” bagi konsumen bahwa ini adalah Salesman yang terpercaya dan bisa diandalkan. Tentu saja fungsi ini mewajibkan Salesman untuk selalu menjaga citra perusahaan dimana saja dan kapan saja.

Sell the right product to the right target on the right place at the right time menjadi hal yang possible jika ketiga fungsi diatas dijalankan dengan baik tanpa setengah hati.

Publikasi Ulang dari tulisan Bp. Ronald Sipahutar
»»  Silakan baca kelanjutannya

Who is THE REAL SALESMAN?

The Pursuit of Happiness
Jawaban dari pertanyaan di atas adalah "The Marketer plus Key Account plus Public Relation" in ONE MAN.

Cerita tentang profesi satu ini memang selalu menarik. Coba nonton film The Pursuit of Happiness, sebuah film yang sangat menginspirasi kita tentang betapa challengingnya menjadi seorang salesman. Dimana sebagai seorang Salesman kita sering dilecehkan, ditekan, disalahkan hingga dalam beberapa kesempatan kita juga sering dimarjinalkan.

Sebelum kedalam, kita cerita sedikit tentang profesi ini. Secara pribadi saya pernah melakukannya baik waktu masih bekerja diperusahaan Koran, Asuransi hingga saat bekerja diperusahaan retail. Sebagaimana Marketer, Salesman itu ternyata cukup kompleks juga. Kenapa? Karena Salesman adalah jabatan yang berinteraksi langsung dengan Customer untuk Business to Business (B2B) atau Consumer untuk Business to Customer (B2C).

Nah sebagai ujung yang paling depan, maka seorang Salesman itu dituntut untuk memahami produknya dan juga memahami Customer/Consumer (target) nya. Lah kebayangkan kalo seorang Salesman tidak paham produknya? Trus gimana bisa meyakinkan target kalo begitu? Atau malah ga paham dengan targetnya? huff ini malah makin parah, menjual tanpa tau targetnya seperti mau berlayar tanpa arah. Ada kemungkinan sampai namun lebih besar kemungkinan nyasarnya! hehehehehhe

Okay kita bahas yuk...

As a Marketer..
Hmm.. basically setiap Salesman harus paham tentang konsep dasar Marketing, seperti Needs, Segmentation, Target Market & Positioningnya. Hanya saja dalam approachnya proses kerjanya dibalik. Hal inilah yang membedakan antara Marketer dengan Salesman. Dan melalui proses ini pulalah yang membuat Salesman seperti “rival” bagi Marketer, karena secara proses mereka seperti sedang menguji keakuratan strategi yang dibuat oleh para Marketer.

Okay, mari kita lihat:
a. Salesman Start with Product
Seorang Salesman harus mulai dengan memahami apa yang akan dijualnya. Pemahaman terhadap produk ini harus benar-benar dikuasai secara detail oleh si Salesman. Mulai dari spesifikasi, cara pemasangan, proses kerja produk tersebut hingga fitur-fitur yang ada nempel diproduct tersebut. Karena pemahaman akan product secara detail akan menjadi perpustakaan bagi Salesman pada saat melakukan proses penawaran ke target. Bayangkan anda menjual Handphone tapi tidak paham spesifikasi dari produk anda, kira-kira apa yang mau disampaikan? Malah yang terjadi nanti lebih paham targetnya dibanding yang jualan hehehehhe

b. Salesman should understand the Product Positioning
Loh kenapa mesti paham positioning dari produknya? Kita kan Salesman bukan Marketer? Guys… Para Marketer itu membuat dan menentukan positioning sebuah produk bertujuan agar sebagai pembeda antara produk kita dengan produk competitor, dimana positioning ini pada akhirnya menjadi reason to buy bagi target pasar kita. So, jelas bukan bahwa bagi Salesman Positioning merupakan “senjata” untuk meyakinkan pelanggan. Pengetahuan yang komprehensif mengenai positioning product juga akan menjadi keuntungan yang significant saat berhadapan dengan killer factor yaitu Price. So, seorang Salesman memang harus tau apa sih beda produknya dengan competitor? Sehingga saat di challenge oleh target dengan produk competitor tidak gelagapan.

Ambil Contoh, Suzuki Pick Up vs Daihatsu Pick Up. Suzuki punya positioning “Muat Banyak” dan Daihatsu punya positioning “Ekonomis”. Suzuki punya harga 2 juta lebih mahal dibanding Daihatsu padahal sama-sama pick up. Nah disini peran positioning akan sangat membantu Salesman Suzuki untuk menjual walau punya constraint di harga yang lebih mahal. Karena positioning “Muat Banyak” menjadi Key Point dalam meyakinkan target kenapa harus pilih Suzuki walau mereka jadi harus bayar 2 juta lebih mahal.

c. Target Market
Dengan penguasaan akan Product dan Positioning, maka Salesman bisa melihat Target Market yang lebih jelas. Jualan Pick Up? Ya ke pedagang, kontraktor, petani, tukang kebun dan profesi sejenisnya. Hasilnya? Salesman jadi tidak kebingungan lagi mencari pembeli. Pemetaan Target sudah dilakukan oleh Marketer tinggal mendatangi mereka dengan 2 senjata diatas, yaitu spesifikasi produk dan positioning produk.

d. Segmentation
Segmentasi adalah group besar dari Target Market, dimana pada level ini Para Marketer memetakannya berdasarkan Gender, Daya beli, Trend, Lokasi dan sejenisnya. Pengetahuan akan Segmentasi menjadi semacam fasilitas Zoom Out bagi Salesman untuk melihat Target Market yang mana yang cocok dengan Produk dan Positioning nya. Karena Segmentasi ini akan mengurangi tingkat trial & error dalam mendatangi target market. Masa petani dengan pendapatan SES D ditawarin kendaraan SES A. Yah ga masuk dong hehehhe

e. Needs
Factor terakhir ini adalah ujung paling runcing dalam menembus kerumunan pasar. Dengan mengetahui Kebutuhan dari setiap Segmentasi dan target marketnya akan sangat – sangat membantu para Salesman untuk memilih produk yang akan ditawarkan ke targetnya. Bayangkan anda bisa menjual produk yang tepat dengan positioning yang tepat pada segmentasi yang tepat ke target market yang tepat dan Butuh! Hmm asyik ya hehehhe. Hasilnya? Closing! Yap no more argue, no more consideration.. hanya tinggal payment term aja J

Itu sebagai Marketer, lets go on..

Bersambung...
»»  Silakan baca kelanjutannya

03 September 2008

Kiat Mengejar TARGET

Diangkat dari tulisan Bp. Henky Njoto Widjaja SE MM

Mengejar TargetMemasarkan produk dari suatu perusahaan memang bukanlah pekerjaan yang terlalu mudah. Bahkan tidak jarang, pekerjaan menjual seperti ini dianggap pekerjaan yang super sulit.

Kalau memang gampang, tentu semua orang mau dan ingin menjadi salesman. Bagaimana tidak? Penghasilan yang diperoleh salesman pada umumnya relatif menggiurkan. Dan yang tidak kalah menariknya, menjadi saleman memiliki prospek atau masa depan yang cerah. Tak jarang pimpinan dari suatu perusahaan atau pengusaha yang cukup kondang yang memulai karirnya dari salesman.

Sebenarnya apa yang dikuatirkan oleh kebanyakan orang tentang pekerjaannya menjadi salesman juga tidak selamanya benar, bagi orang-orang tertentu, atau orang yang mempunyai bakat dagang, menjual adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan. Selain imbalan yang diperoleh berupa gaji, komisi, dan bonus yang memadai, menjadi salesman juga memungkinkan untuk bergaul dengan berbagai kalangan yang luas, tidak terbatas. Tidak hanya dari sesama teman bekerja, tetapi juga dengan orang-orang terkenal, seperti pejabat, pengusaha, ahli politik, dan juga tokoh masyarakat terkenal lainnya.

Bagi yang telah terlanjur mengeluti bidang ini, biasanya akan sulit untuk meninggalkannya dan beralih dengan pekerjaan lain. Alasannya cukup klasik, sudah terlanjur betah, terlanjur senang, atau mungkin malah karena merasa dilahirkan sebagai salesman. Tetapi yang jelas, dengan menjadi salesman mereka tidak terlalu terikat dengan meja kerja dan memperoleh penghasilan yang sangat memadai. Belum tentu akan bisa memperoleh penghasilan seperti yang diperoleh sekarang ini kalau ia beralih profesi menjadi pegawai administrasi atau pekerjaan lainnya.

Penghasilan yang diperoleh salesman juga tidak terbatas, ditentukan oleh keberhasilannya dalam memasarkan suatu produk. Makin besar omzet penjualan, akan semakin besar pula penghasilan yang diperoleh. Itulah sebabnya, tak jarang salesman bekerja sampai diluar jam kerjanya. Bahkan sampai malam haripun kalau memang diperlukan akan dilakukan oleh salesman. Penghasilan yang tidak terbatas membuat salesman tidak terikat oleh waktu atau jam kerja dikantor. Dan bagi perusahaan yang penting adalah omzet penjualan yang dihasilkan oleh salesman yang bersangkutan. Mereka tidak mempersoalkan jam kerja. Mereka tidak terlalu mempersoalkan keberadaannya dan kedatangannya dikantor. Yang dipersoalkan adalah target dan omzet yang harus dipenuhi oleh seorang sales.

Salesman Berpengalaman
Bagi salesman yang berpengalaman, pekerjaan menjual sebenarnya bukanlah pekerjaan yang terlalu sulit. Bahkan tak jarang produk yang sulit laku, tidak dikenal di masyarakatpun akan bisa dijual dengan baik. Namun yang sering menjadi hambatan adalah kalau produk itu memang tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat, ditambah lagi kalau produk itu kualitasnya kurang baik.

Salesman yang berpenghasilan biasanya akan dapat dengan cepat membaca situasi pasar. Demikian pula dalam menghadapi calon pembeli. Ia tidak akan pernah merasa ragu dengan produk yang ia jual. Pada saat seperti ini biasanya salesman akan mampu mengubah sikap calon konsumen dari tidak mau membeli menjadi membeli. Dari tidak membutuhkan menjadi memerlukan produk yang ditawarkan, setelah dilakukan salesmanship. Disinilah ukuran kemampuan dari salesman, ia mampu mengubah sikap dan pendapat dari tidak tertarik menjadi tertarik, dari tidak membutuhkan akhirnya membeli produk yang ditawarkan.

Kehandalan salesman ini bisa dilihat juga dari kemampuannya dalam mengantisipasi calon pembeli. Misalnya calon pembeli keberatan karena harga yang ditawarkan terlalu mahal, maka akan dijawab dengan bahasa yang tidak kalah menariknya. Misalnya, ya, harganya memang sedikit lebih mahal dari produk lain, tetapi kualitasnya jauh lebih baik. Karena produk yang ditawarkan ini sudah demikian dikenal oleh masyarakat dengan mutunya yang sangat baik. Apalagi di negara asalnya, produk ini merupakan produk yang memang sangat digemari oleh masyarakat.

Dengan jawaban yang sedikit diplomatis seperti konsumen akan lebih yakin lagi bahwa produk yang ia beli memang pantas kalau harganya sedikit lebih mahal. Konsumenpun merasa bangga terhadap produk yang akan ia beli. Masalah harga yang sedikit lebih mahal ternyata sudah dapat diatasi dengan baik. Persoalannya kemudian, bagaimana ia bisa menjual lebih banyak lagi agar omzet penjualannya biasa melampaui target yang ditetapkan oleh perusahaan.

Untuk mengejar omzet yang lebih besar lagi sebenarnya cukup banyak cara yang bisa dilakukan. Caranya ialah dengan mencari calon pembeli sebanyak mungkin. Hal ini bisa dilakukan dengan mendatangi sebanyak mungkin calon konsumen untuk menawarkan produknya. Cara lain yang lebih mudah biasanya dilakukan dengan mengumpulkan ibu-ibu dalam suatu arisan atau rapat. Bisa juga dilakukan disuatu kantor mereka pada umumnya bisa membeli dalam kelompok yang cukup banyak, yang biasa dikenal dengan istilah party sales.

Party sales ini biasanya dilakukan dalam kesempatan arisan atau dikantor. Caranya ialah dengan mengumpulkan sejumlah calon pembeli. Pada kesempatan itu biasanyasalesman memberikan penyuluhan tentang penggunaan suatu produk. Sering juga dilakukan dengan melakukan demonstrasi tentang penggunaan suatu produk. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh produk yang akan dijual. Dengan cara seperti ini calon konsumen dapat langsung menikmati atau melihat secara langsung.

Pada kesempatan seperti ini biasanya untuk memperoleh order sangat besar. Order yang diperoleh dalam kesempatan seperti ini juga tidak sedikit. Apalagi kalau jumlah pengunjung yang menyaksikan demonstrasi semakin banyak, tentu kemungkinan untuk memperoleh order akan semakin besar.

Menjual produk dalam party sales memang sangat menguntungkan. Apalagi kalau para pengunjung merasa puas dengan demo yang dilakukan oleh salesman. Mereka akan berbondong-bondong memesan produk yang ditawarkan. Selanjutnya tinggal pinter-pinternya salesman untuk bisa menjual lebih banyak lagi. Pembelian seperti ini biasanya juga telah dikoordinir oleh ketua kelompok yang bertanggungjawab. Para konsumen akan memesan setiap produk yang diinginkan melalui ketua kelompok tersebut.

Kalau sudah demikian tinggal mendorong ketua kelompok untuk membeli produk sebanyak mungkin. Kalalu perlu dengan iming-iming hadiah atau komisi. Dan cara seperti ini sudah dapat dilakukan oleh para salesman yang sudah berpengalaman.
»»  Silakan baca kelanjutannya